<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.:SuperRed:.</title>
	<atom:link href="http://arwanaku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arwanaku.wordpress.com</link>
	<description>Arwana Tebar Pesona</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 09:23:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arwanaku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.:SuperRed:.</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arwanaku.wordpress.com/osd.xml" title=".:SuperRed:." />
	<atom:link rel='hub' href='http://arwanaku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Arowana super red Ikan Hias Kebanggaan Indonesia</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/25/arowana-super-red-ikan-hias-kebanggaan-indonesia/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/25/arowana-super-red-ikan-hias-kebanggaan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 03:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Popularitas arowana super red benar-benar menanjak beberapa tahun terakhir. Satwa air eksotik asli Indonesia ini mencuat diantara keroyokan ikan hias besutan manca negara macam koi, maskoki, dan louhan. Boleh dibilang&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=95&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://www.shelookred.com/image/super-red-arwana-beauty.jpg" alt="" width="280" height="245" /></p>
<p>Popularitas <strong>arowana super red</strong> benar-benar menanjak beberapa tahun terakhir. Satwa air eksotik asli Indonesia ini mencuat diantara keroyokan ikan hias besutan manca negara macam koi, maskoki, dan louhan. Boleh dibilang sampai saat ini hanya <strong>arowana</strong> satu-satunya produk lokal yang mampu bersaing dengan ikan hias populer yang dikembangkan di luar negeri untuk jadi <em>The Best Ornamental Fish</em>. Sangat pantas kalau <strong>arowana</strong> ditahbiskan menjadi <em>Pride of Indonesia</em> &#8211; ikan hias kebanggaan nasional.</p>
<p><span id="more-95"></span></p>
<p>Tak seperti kebanyakan ikan hias populer lain yang merupakan hasil pengembangan di luar negeri, <strong>arowana super red</strong> memang penghuni asli hulu Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Hebatnya lagi <strong>arowana</strong> berkelir merah tersebut adalah varian terbaik sekaligus termahal dari semua keluarga <strong>arowana</strong> yang tersebar di seluruh dunia. <strong>Siluk merah</strong>, begitu sebutannya di Kalimantan, termasuk satwa dilindungi dan masuk dalam daftar CITES (Convention of International Trade on Endanger Species of Flora &amp; Fauna) karena ketersediaannya di alam sangat terbatas.</p>
<p>Tetapi dengan izin khusus, <strong>arowana super red</strong> telah dikembangbiakkan sejak lama di Pontianak dan bisa diperdagangkan secara legal. Syaratnya si <strong>ikan naga</strong> harus disertai sertifikat dan microchip yang tertanam dalam tubuhnya, sebagai penanda ikan hasil tangkaran. Memelihara <strong>arowana</strong> pun kemudian bisa memiliki arti ganda. Menghargai produk dalam negeri sekaligus berperan membantu pelestarian ikan langka. Tentunya dengan memelihara <strong>arowana</strong> yang dilengkapi sertifikat dan bermicrochip.</p>
<p>Pemilik nama latin <strong><em>Scleropages formosus</em></strong> ini sebenarnya tidak pernah ditinggalkan para peminat ikan hias. Sejak mengalami <em>booming</em> pertama kali di tahun delapanpuluhan, <strong>arowana super red</strong> sebenarnya selalu menjadi satwa kesayangan papan atas di Tanah Air. Namun membanjirnya ikan-ikan impor macam koi, maskoki dan terakhir louhan memang membuat <strong>arowana</strong> tak terlalu menonjol kala itu. Namun belakangan apresiasi masyarakat semakin meningkat pesat dan menjadi semacam tren hobi baru.</p>
<p><strong>Siluk merah</strong> memang punya segudang kelebihan untuk menjadi ikan peliharaan populer. Soal penampilan tak perlu diragukan, gelar sebagai Satwa Pesona Nusantara menjadi tolok ukur. Tengok saja tampangnya yang eksotik, bersisik lebar tersusun rapi menyerupai sisik ular legendaris dalam dongeng. <strong>Arowana</strong> pun lantas dijuluki sebagai si <strong>ikan naga</strong>. Ditambah dengan <em>ring</em> sisik berwarna merah &#8211; emas menyala membuatnya tampak semakin mewah. Kelir merah ini pula yang menambah keperkasaan dan perlambang kuasa bagi pemiliknya.</p>
<p>Gerakan renangnya yang gagah sekaligus juga anggun menambah daya tariknya. Menimbulkan ketenangan pikiran saat melihatnya berenang dalam akuarium. Karakteristik satwa kesayangan yang dibutuhkan di masa kini yang penuh dengan tekanan pekerjaan yang sangat tinggi. Selain itu, raja dari segala ikan hias ini juga bisa sangat dekat dan berinteraksi dengan pemilik.</p>
<p>Syarat jadi ikan populer lain, yakni kemudahan pemeliharaan juga dipenuhi arowana. Harganya yang cukup mahal masih sering dianggak ikan yang sulit dirawat. Padahal kebutuhan hidupnya sebenarnya relatif sama dengan ikan hias lainnya. Aro tidak menuntut kondisi lingkungan yang terlalu khusus. Sebagai ikan asli Indonesia dan terbiasa hidup di sungai, <strong>arowana</strong> terkenal sebagai ikan yang tahan. Banyak yang menyebut sang ikan pembawa hoki tak kan mudah mati karena penyakit.</p>
<p>Kelebihan lainnya harganya paling stabil diantara jenis ikan hias populer lain. Bahkan menunjukkan tren kenaikan dibandingkan dengan angka inflasi. Sebagai ilustrasi saat dollar senilai dengan seribu rupiah di tahun 80�an, harga <strong>arowana</strong> 100 ribu rupiah. Saat dollar naik 10 kali lipat, harga <strong>arowana</strong> lebih tinggi mencapai 50 kali lipat menjadi 5 juta rupiah. Harganya juga cenderung terstandar, kecuali untuk <strong>arowana</strong> yang punya keistimewaan tambahan dan unik. Bandrolnya akan selalu bertambah tinggi seiring dengan pertambahan umur dan ukuran.</p>
<p>Kelebihan-kelebihan itu membuat jumlah penggemar <strong>arowana super red</strong> beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kini si <strong>ikan naga</strong> tidak hanya menghuni rumah para penggemar ikan hias saja. Masyarakat yang sebelumnya tak tertarik ikan hias juga mulai beramai-ramai memelihara. Naiknya tren pun bisa ditandai dengan munculnya komunitas pecinta <strong>arowana</strong> di berbagai kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.</p>
<p>Bermunculan juga milis dan website yang secara khusus membahas hobi memelihara si <strong>ikan naga</strong>. Anggota komunitas dan mailing list arowana ternyata tidak terbatas pada para lelaki saja, kaum wanita juga cukup banyak. Juga lintas generasi mulai dari kaum tua sampai anak-anak muda. Komunitas-komunitas tersebut juga aktif menggelar kegiatan terutama kontes yang semakin menggairahkan hobi. Aktivitas kelompok pecinta ikan naga banyak dirintis kira-kira tahun 2006 dan semakin lama tambah menjamur.</p>
<p>Naiknya tren hobi ikan yang menjadi simbol kemapanan ini juga nampak dari semakin beragamnya cara pemeliharaan para pecintanya. Dulu <strong>arowana</strong> hanya dipelihara soliter alias sendirian dalam satu akuarium. Sekarang banyak yang memeliharanya bersama ikan lain (tank mate), juga berkelompok lebih dari 5 ekor dalam satu akuarium (community tank). Model wadah memelihara <strong>arowana</strong> pun mengalami perkembangan, macam akuarium dinding sampai paludarium, semacam akuarium besar dengan rangka beton yang juga menjadi tren baru.</p>
<p>Apresiasi tinggi dan tren memelihara arowana asli Indonesia bahkan sudah lebih dulu berlangsung di mancanegara seperti Jepang, Thailand, China dan banyak negara-negara Eropa. Sayangnya, cukup banyak kalangan internasional yang belum tahu <strong>arowana</strong> berasal dari Indonesia. Tak sedikit yang masih menganggap <strong>arowana super red</strong> adalah ikan hias produk Singapura. Melihat naiknya citra dan apresiasi masyarakat di Tanah Air, nampaknya tak perlu menunggu lama untuk membuat <strong>arowana</strong> menjadi raja di negeri sendiri. Sekaligus membuka mata dunia bahwa <strong>arowana super red</strong> adalah ikan asli sekaligus kebanggaan Indonesia.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.shelookred.com/newspage.php?idhl=35&amp;whb=1&amp;PHPSESSID=802b7373f5c0484f0ba203abfe6f9948" target="_blank">Gatra Edisi Khusus 100 Tahun Kebangkitan Nasional 21 Mei 2008 halaman 14</a></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=95&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/25/arowana-super-red-ikan-hias-kebanggaan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.shelookred.com/image/super-red-arwana-beauty.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Arwana Borneo Semitau</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/25/pt-arwana-borneo-semitau/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/25/pt-arwana-borneo-semitau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 03:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Borneo]]></category>
		<category><![CDATA[Semitau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Ikan Arwana merupakan ikan yang tergolong satwa langka Indonesia dengan habitat asli dari kalimantan dan juga irian. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang khas, berkesan gagah dan sedikit angkuh, dilengkapi&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=85&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/07/arwana.jpg"><img class="size-full wp-image-86 aligncenter" src="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/07/arwana.jpg?w=590" alt=""   /></a></p>
<p class="style15">Ikan Arwana merupakan ikan yang tergolong satwa langka Indonesia dengan habitat asli dari kalimantan dan juga irian. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang khas, berkesan gagah dan sedikit angkuh, dilengkapi dengan sungut pada mulutnya dan sisik yang besar dengan susunannya yang harmonis, membuat keindahan dari ikan ini sangat menonjol. Ikan ini berenang dengan tenang sehingga jika diletakkan dalam akuarium akan membuatnya benar benar terlihat sebagai ikan yang anggun.</p>
<p class="style15" style="text-align:center;"><span id="more-85"></span></p>
<p class="style15">Ada beberapa jenis ikan arwana, seperti arwana Silver, Gold, Super Red dan sebagainya. Namun yang mempunyai harga jual tertinggi ataupun paling diminati oleh penggemar ikan naga ini adalah jenis Super Red. Jenis ini dipercaya membawa keberuntungan (hokie) bagi pemiliknya dan pembawa kekayaan sekaligus dapat menaikkan status sosial sang pemilik terutama jika memiliki Arwana dengan spesifikasi khusus yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.</p>
<p class="style15">Pada awalnya ikan ini dikenal sangat sulit untuk berkembang biak diluar habitat aslinya, namun pada perkembangannya ikan ini dapat berkembang biak pada tambak ataupun kolam-kolam buatan dengan air yang telah diatur keasaman ataupun suhunya. Hal ini memungkinkan penangkaran dapat dilakukan jauh dari habitat asli ikan ini.</p>
<p class="style15">Ikan Arwana pada tempat penangkaran ini dapat bertelur sebanyak kurang lebih 100 &#8211; 150 butir. Telur-telur arwana ini disimpan dalam mulut Arwana jantan. Ketika masih kecil telur Arwana berbentuk bulatan merah dengan jentik kecil seperti berudu menempel pada bulatan tersebut. Setelah beberapa minggu berudu tersebut membesar dan bulatan merah yang berfungsi sebagai makanan makin mengecil dan akhirnya menghilang.</p>
<p class="style15">Ikan hasil tangkaran tersebut setelah ukurannya mencukupi dipasangi dengan Microchip sebagai tanda pengenal dan identitas arwana tersebut. Perusahaan penangkar lalu mengeluarkan sertifikat yang mana mencantumkan nomer dari ID Microchip yang terpasang pada ikan tersebut sebagai legalitas dari ikan untuk para pemiliknya.</p>
<p class="style15">Ikan Arwana hasil dari tangkaran ini sangat banyak peminatnya dari dalam ataupun luar negeri. Sehingga umumnya perusahaan penangkar ikan arwana bertindak sekaligus sebagai eksportir ikan arwana ini. Arwana Borneo Semitau telah mengeksport ikan arwana ke berbagai kawasan di indonesia dan Negara tetangga.</p>
<p>Informasi detil mengenai produk, cara pembelian dan hal hal lain dsb dapat menghubungi customer service kami, telp Dwipo 08565044334<br />
<span style="display:none;">_CLOAKING<br />
&lt;!&#8211;<br />
document.write( &#8216;&lt;/&#8217; );<br />
document.write( &#8216;span&gt;&#8217; );<br />
//&#8211;&gt;<br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=85&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/25/pt-arwana-borneo-semitau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/07/arwana.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Arwana Semitau Kab. Kapuashulu</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/25/arwana-semitau-kab-kapuashulu/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/25/arwana-semitau-kab-kapuashulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 03:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Arowana]]></category>
		<category><![CDATA[Semitau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Arwana (Scleropages formosus) dikenal dengan berbagai nama lokal seperti : Ikan Naga, Barramundi, Saratoga, Pla Tapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkeleso, Aruwana / Arowana, termasuk dalam kelompok ikan primitif yang&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=82&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/07/arwana-semitau.jpg"><img class="size-full wp-image-83 aligncenter" src="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/07/arwana-semitau.jpg?w=590" alt=""   /></a></p>
<p>Arwana (Scleropages formosus) dikenal dengan berbagai nama lokal seperti : Ikan Naga, Barramundi, Saratoga, Pla Tapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkeleso, Aruwana / Arowana, termasuk dalam kelompok ikan primitif yang berevolusi lebih dari 10 juta tahun.</p>
<p><span id="more-82"></span></p>
<p>Fosil ikan ini ditemukan diberbagai tempat dan diduga berumur antara 10-60 juta tahun (tergantung pada spesies dan tempatnya). Arwana digolongkan dalam famili Osteoglosidae, memiliki karakteristik badan memanjang, sirip dubur terletak jauh di belakang badan.</p>
<p>Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Ada empat variasi warna yaitu Arwana hijau ditemukan di Vietnam, Birma, Thailand, dan Malaysia, warna emas dengan ekor merah ditemukan di Indonesia, dan warna emas ditemukan di Malaysia. Di Kalimantan Barat ditemukan arwana berwarna merah, sedangkan di Sumatera Selatan berwarna hijau putih.</p>
<p>Habitat ikan ini pada tepian sungai yang ditumbuhi pepohonan seperti pohon engkana, putat, rasau, dan entangis. dimana pepohonan tersebut memiliki akar di dasar sungai dengan batang pohon di dalam air, tetapi daun-daunnya rimbun ke atas. Di habitat seperti inilah ikan-ikan arwana berada, berkembang biak, dan bersembunyi.</p>
<p>Di Kalimantan Barat, ikan ini banyak dijumpai di Kabupaten Kapuas Hulu Kecamatan Semitau, di daerah banjiran yang banyak hutan rawang dan dasar tanahnya berkapur. Sedangkan di Sumatera Selatan ditemukan di daerah rawa banjiran yang dasar tanahnya bergambut.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/82/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/82/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=82&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/25/arwana-semitau-kab-kapuashulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/07/arwana-semitau.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sebaran arwana di Dunia</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/sebaran-arwana-di-dunia/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/sebaran-arwana-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 11:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jalur]]></category>
		<category><![CDATA[Peta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=79&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/07/peta2jpg.jpg"><img class="size-medium wp-image-80" src="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/07/peta2jpg.jpg?w=417&#038;h=291" alt="Jalur Arwana" width="417" height="291" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p><a href="http://www.o-fish.com/Arwana/SebaranArwana.htm"></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=79&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/sebaran-arwana-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/07/peta2jpg.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jalur Arwana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagai Jenis Arwana Asia</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/berbagai-jenis-arwana-asia/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/berbagai-jenis-arwana-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 10:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Arwana]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Merah Arwana merah merupakan varietas arwana yang berasal dari berbagai tempat di Propinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum. Kedua tempat ini dikenal sebagai habitat dari Super&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=76&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merah</p>
<p>Arwana merah merupakan varietas arwana yang berasal dari berbagai tempat di Propinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum.  Kedua tempat ini dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red). </p>
<p> <span id="more-76"></span></p>
<p>Warna merah penuh sudah akan  tampak pada sirip ikan muda, pada bibir dan juga sungut.  Menjelang dewasa, warna merah selanjutnya  sudah akan muncul  di  berbagai bagian tubuh lainnya, khusunya pipi (tutup insang) dan pinggiran sisik, sehingga ikan secara keseluruhan sudah akan menunjukkan kesan merah. </p>
<p>Pada dasarnya, arwana merah dikelompokkan dalam 4 varietas, yaitu Merah Darah (Blood Red), Merah Cabai (Chili Red), Merah Orange (Orange Red), dan Merah Emas (Golden Red).  Keempat varietas  ini secara umum diberi julukan Super Red atau Merah Grade Pertama (First Grade Red), meskipun demikian dalam perkembangannya super red lebih banyak merujuk pada Merah Cabai dan Merah Darah.  Sedangkan dua varietas terakhir lebih sering di anggap sebagai super red dengan grade lebih rendah. </p>
<p>Arwana Merah Cabai dan Merah Darah berasal dari perairan Kalimantan Barat, yaitu dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum.  Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut.  Akan tetapi kondisi mineral, lingkungan air gambut (black water), dan banyaknya cadangan pangan yang memadai telah mengkondisikan pengaruh yang baik terhadap  evolusi warna pada  ikan yang bersangkutan.  Pengaruh geografis itu juga menyebabkan tercipatanya variasi yang berbeda terhadap morfologi ikan ini, seperti badan yang lebih lebar, kepala berbentuk sendok, warnah merah yang lebih intensif,  dan warna dasar yang lebih pekat.</p>
<p>Nama Merah Cabai dan Merah Darah diberikan berdasarkan tampilan intensitas warna yang muncul.   Merah Cabai menunjukan tampilan warna seperti halnya warna buah cabai, sedangkan merah darah menunjukan tampilan seperti warna darah.  Dari segi fisik, Arwana Merah Cabai memiliki bentuk tuebuh  lebih lebar, sedangkan Arwana Merah Darah lebih panjang dan lebih ramping.  Lebar tubuh Merah Cabai relatif tetap hingga menjelang pangkal ekor, sedangkan  Merah Darah tampak menyempit secara gradual.    Disamping itu Merah Cabe cenderung memiliki kepala berbentuk sendok, dengan  bingkai sisik yang lebih tebal.  Merah Cabai juga dicirikan dengan warna mata yang merah dan lebar, dengan bentuk ekor berbentuk intan (diamond).  Karena lebarnya mata Merah Cabai ini, kadang-kadang pinggiran matanya seakan menyentuh bagian atas kepala dan bagian rahang bawahnya. Sedangkan Merah Darah bermata lebih putih dan lebih kecil, serta memiliki ekor berbentuk kipas.  </p>
<p>Ciri morfologi fisik tersebut diatas dudah nampak pada saat Arwana yang bersangkutan masih kecil, sehingga dapat dijadikan penciri awal untuk membedakan keduanya ketika masih muda.  Disamping itu Merah Cabai muda cenderung memiliki warna dasar hijau dengan  kilap metalik yang pekat, sedangkan Merah Darah memiliki kilap lebih lemah dan cenderung mirip dengan RTG muda.  Tubuh Merah Darah muda juga tampak  lebih membulat dibandingkan dengan Merah Cabai muda.</p>
<p>Perkembangan warna antara Merah Cabai dan Merah Darah diketahui juga berbeda.  Pertumbuhan warna Merah Cabai lebih lambat dibandingkan  dengan pertumbuhan warna Merah Darah.  Selisih dalam mencapai warna merah penuh ini bisa antara 1 sampai 2 tahun.  Meskipun pencapaian warna merah penuh berbeda, akan tetapi tahapan perkembangan warnanya relatif sama.  Biasanya keduanya akan melalui transisi warna orange.  Beberapa kejadian menunjukkan tidak sedikit arwana merah ini yang mempunyai warna tetap pucat hingga sampai 8 tahun, baru kemudian berubah ke merah penuh dalam waktu 1 bulan.   </p>
<p>Tidak mudah memang dalam menduga bakalan arwana merah. Diperlukan kesabaran dan usaha yang tidak sedikit untuk menentukan potensi sebenarnya dari seekor arwana merah.  Akan tetapi  dengan pengalaman dan kesabaran hal tersebut akan bisa dilakukan.</p>
<p>Varietas Merah Orange (Orange Red) merupakan salah satu varietas yang umum dijumpai.  Pada saat dewasa sisik tubuhnya menunjukkan warna orange. Dibandingkan dengan Chilli Red dan Blood Red, sirip dan ekor varietas ini tidak semerah keduanya.</p>
<p>Merah Emas (Golden red)  merupakan varietas warna lain yang umum dijumpai disamping merah orange (Orange Red).  Varietas ini merupakan varietas dengan grade paling rendah.  Setelah dewasa warna badannya hanyalah emas kekuningan.  Warna bibir dan sirip tidak semerah Super Red, tetapi berwarna merah muda atau merah jambu. </p>
<p>Golden (Cross Back, Cross Back Golden, CBG).</p>
<p>Golden varietas cross back merupakan bagian dari varietas arwana golden.  Varietas ini dijumpai diberbagai tempat di Malaysia, seperti Perak, Trengganu, Danau Bukit Merah dan Johor.  Oleh karena itu, mereka sering diberikan julukan sesuai dengan tempat asalnya, seperti: Golden Pahang, Bukit Merah Blue, Malaysian Gold dll.  Disebut sebagai cross back, karena varietas ini akan memiliki warna emas penuh hingga melewati punggungnya,  pada saat ikan tersebut dewasa.</p>
<p>Varietas ini tergolong jarang, sehingga harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan varietas lainnya.  Bahkan boleh dikatakan merupakan varietas dengan harga paling tinggi.</p>
<p>Tergantung pada warna dasar sisik, CBG dapat dikelaskan manjadi Purple-Based (warna dasar ungu), Blue-Based (warna dasar biru), Gold Based (warna dasar emas), dan Silver-Based (warna dasar perak).  Arwana Gold dengan warna dasar emas diketahui dapat mencapai warna penuh pada usia lebih muda dibandingkan dengan varietas lain.</p>
<p>Golden (Ekor Merah, Red Tail Golden, RTG).</p>
<p>Merupakan verietas dari arwana golden dan sering disebut sebagai Arwana Golden Indonesia (Indonesian Golden Arwana).  Verietas ini dijumpai di daerah Pekan Baru, Sumatera.  Berbeda dengan Cross Back Golden (CBG), warna &#8220;emas&#8221; pada verietas ini tidak akan berkembang hingga melewati punggung.   Warna emas pada umumnya hanya akan mencapai baris ke empat sisik (baris sisik dihitung dari bawah, perut), atau lebih baik bisa mencapai baris ke lima. Seperti halnya verietas cross back, warna dasar sisik RTG bisa biru, hijau, atau emas.  Begitu pula dengan warna bibir, ekor, dan sirip, kedua varietas ini memiliki keragaan yang sangat mirip.  RTG muda memiliki warna lebih kusam dibandingkan dengan varietas cross back muda.</p>
<p>RTG boleh dikatakan lebih tahan banting dibandingkan dengan saudaranya, CBG, dapat tumbuh lebih besar, dan juga lebih agresif.  Jumlahnya di alam relatif lebih banyak dibandingkan dengan CBG, meskipun demikian tetap merupakan varietas yang dilindungi CITES.</p>
<p>Arwana Hijau</p>
<p>Arwana hijau merupakan jenis arwana lain yang umum ditemukan di Thailand, Malaysia, Myanmar, Komboja, dan juga di beberapa tempat di Indonesia.  Variasi penampakan dan  warna bisa saja ditemukan di masing-masing daerah.  Meskipun demikian secara umum dapat dikatakan bahwa pada umumnya berwarna kelabu kehijauan dangan pola garis-garis berwarna gelap  pada ekor.  Kepala dan mulutnya lebih besar dan lebih membulat dibandingkan dengan jenis arwana asia lainnya.  </p>
<p>Banjar Merah</p>
<p>Banjar Merah boleh dikatakan merupakan varietas arwana merah  kelas 2 dan diketahui bukan merupakan strain murni arwana merah.  Penampakannya ditunjukkan oleh warna sirip yang orange pucat,  ekor berwarna orange atau kuning, dan tidak memiliki warna merah di badan maupun di pipi.</p>
<p>Sepintas Banjar Merah muda sangat mirip dengan Arwana Merah muda, sehingga  tidak jarang hal ini dapat mengecoh para hobiis baru arwana.   Seperti disebutkan diatas, Arwana Merah muda memiliki sirip berwarna merah pekat merata pada seluruh permukaan sirip, sedangkan Banjar Merah memiliki  warna sirip yang lebih muda atau cenderung orange-merah pucat.  Sisik Banar merah memiliki warna kuning dan atau kehijauan, selain itu penampakannya tidak semengkilap Arwana Merah yang sesungguhnya.  Banjar  dicirkan juga oleh bentuk kepala yang cenderung membulat dengan mulut yang tidak terlalu lancip.  Ciri lain adalah: tutup insang Arwana Merah muda dan bingkai siripnya memikin warna pink tua atau menyerupai warna karat, yang kemudian akan berubah menjadi arange atau merah setelah dewasa, sedangkan Banajat tidak memiliki tampilan warna tersebut pada tutup insangnya bahkan apabila sudah dewasa sekalipun.</p>
<p>Apabila anda ragu dalam memilih arwana, bawalah teman yang telah berpengalaman memelihara arwana atau belilah arwana yang telah disertifikasi, dan disertai dengan sertifikat yang sah.  Anda bisa mengadukannya kelak, apabila barang yang dijualnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan. </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/76/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/76/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=76&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/berbagai-jenis-arwana-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arwana Simbol Prestise dan Pembawa Hoki</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/arwana-simbol-prestise-dan-pembawa-hoki/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/arwana-simbol-prestise-dan-pembawa-hoki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 10:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Arowana]]></category>
		<category><![CDATA[Hoki]]></category>
		<category><![CDATA[Prestise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; lkan arwana asal Indonesia &#8211; terutama hasil penangkaran – boleh diperdagangkan atau diekspor. Hal ini telah mendapat persetujuan Convention on International Trade in Endangered Species (CITES). Begitu terkena&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=73&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="justify"><img class="aligncenter" src="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/05/4/arwana1.jpg" alt="" width="400" height="240" /></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;"> JAKARTA &#8211; lkan arwana asal Indonesia &#8211; terutama hasil penangkaran –              boleh diperdagangkan atau diekspor. Hal ini telah mendapat              persetujuan Convention on International Trade in Endangered Species              (CITES).<br />
<span id="more-73"></span><br />
Begitu terkena tombak, anak-anak ikan dimuntahkan, dan nelayan sudah              siap mengambilnya dengan menebarkan jala atau memungutnya dengan              serok. Setelah mendapatkan anakan arwana, para nelayan mendarat, dan              di situ pula sudah ditunggu oleh para pengumpul/ pedagang setempat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;"> Diperkirakan kuota ekspor arwana sampai tahun 2001, dapat mencapai              kuota 10 ribu ekor lebih. Ini berarti, pangsa pasar ekspor arwana              sungguh menggairahkan.<br />
Apalagi harganya amat menawan. Seekor arwana ekspor jenis super red              dengan panjang tubuh 10-15 cm di Taiwan mencapai Rp 1 juta, malahan              di Jepang bisa meroket sampai Rp 2 juta. Di samping Taiwan dan              Jepang, negara tujuan ekspor lainnya adalah Hongkong, Korea, dan              Singapura.<br />
Sementara itu, harga anakan arwana kuning emas di Kalimantan Barat              sekitar Rp 100 ribu/ekor, sedangkan jenis merah mencapai Rp 250              ribu/ ekor. Tapi jangan kaget, harga itu merupakan transaksi antara              nelayan penangkap arwana di Sungai Nanga Jentawang dan Danau Piam              (Kal-Bar) dengan pengumpul setempat.<br />
Dari tangan pengumpul, arwana dimasukkan ke kantong plastik yang              diisi air dan oksigen, kemudian meluncur ke Sintang. Diteruskan ke              Pontianak, entah naik mobil atau entah naik pesawat udara. Lalu, dan              Pontianak dijual ke Surabaya, Jakarta, atau langsung menerobos              Singapura.<br />
Melihat harga arwana yang tidak murah itu, toh para penggemar tidak              ambil pusing. Buktinya, kalau kita mendatangi rumah sobat-sobat              kita, terpampang arwana dalam akuarium. Kadang ditaruh di ruang              tamu, atau di ruang keluarga, atau pun di taman sekitar rumah.<br />
Bagi penggemar yang terlanjur demen dengan arwana, ia tak              tanggung-tanggung mengoleksinya. Ada arwana jenis red, golden red,              golden, silver, black, maupun green. Sebab dengan begitu, bisa              menaikkan status, gengsi, atau prestise pemiliknya. Malahan sebagian              penggemar beranggapan, ikan arwana ini mampu membawa hoki              (keberuntungan). Percaya atau tidak, terserah Anda!<br />
Potensi Kalimantan Barat<br />
Cerita soal arwana ini memang cukup unik. Orang-orang Dayak              menyebutnya: ”siluk”, ”peyang”, ”naga”, ”kayangan”, atau ”arowana”.              Dan cerita soal arwana tentu tak terlepaskan dengan kawasan              Kalimantan Barat. Mengapa demikian?<br />
Pada tempo doeloe, ikan arwana masih menjadi ikan konsumsi. Di              perairan sungai Kapuas Kal-Bar, banyak sekali dijumpai arwana. Dan              saking banyaknya ikan-ikan arwana tergeletak di tepian sungai.              Membusuk sia-sia. Atau kadang diambil orang untuk dijadikan ikan              asin. Tapi selang waktu berikutnya, para penggemar ikan hias melirik              keindahan yang ditampilkan ikan arwana ini.<br />
Semenjak itulah, arwana mulai ”naik daun” dan sungguh sayang kalau              sekadar digoreng dan dimakan. Arwana dipelihara dan mulai dipercaya              mampu membawa hoki.<br />
Jika suatu saat Anda jalan-jalan sampai ke Kampung Nanga Ketungau,              dekat Sintang, Anda bisa tertegun melihat bagaimana nelayan pada              menangkap ikan arwana. Sungai Ketungau memiliki panjang 205 km, dan              airnya berwarna cokelat gelap kehitaman. Sedangkan pada tepian              sungai ditumbuhi beberapa pohon ”unik” seperti: engkana, putat,              rasau, dan entangis.<br />
Pepohonan tersebut memiliki akar di dasar sungai dengan batang pohon              di dalam air, tapi daun-daunnya malah mencuat rimbun ke atas. Dan di              sanalah ikan-ikan arwana berada, berkembang biak, dan bersembunyi.<br />
Lalu bagaimanakah menangkapnya? Pada malam hari di musim penghujan,              nelayan menggunakan etek-etek (sampan kecil) dilengkapi dengan jala,              tombak, serok (tangguk), serampang, lampu 12 volt, dan aki.<br />
Kendaraan etek-etek dengan lampunya menyala sengaja meluncur              menyusuri tepian sungai. Mencari induk arwana. Yang semula sembunyi,              lalu terangsang ke luar melihat adanya lampu itu. Bahkan mencoba              mendekati lampu. Dan pada saat itu, tombak dijulurkan dan              ditancapkan ke arah arwana.<br />
Nelayan sangat beruntung, jika induk arwana yang ditombak itu              ternyata sedang ”menyimpan’” anak-anaknya di dalam mulut.<br />
Begitu terkena tombak, anak-anak ikan dimuntahkan, dan nelayan sudah              siap mengambilnya dengan menebarkan jala atau memungutnya dengan              serok. Setelah mendapatkan anakan arwana, para nelayan mendarat, dan              di situ pula sudah ditunggu oleh para pengumpul/ pedagang setempat.<br />
Sebelum dibawa ”ke luar”, mestinya perlu mendapatkan izin dan PHPA              (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). Toh masih seringkali              dijumpai adanya penyelundupan melalui Bandara Supadio, Pontianak.<br />
Penyelundup sengaja mencampurkan anakan arwana dengan anakan ikan              lain yang tidak dilindungi (nila, tawes dan sebagainya). Atau ada              pula yang dimasukkan kantong plastik yang berisi oksigen, lalu              diselipkan ke dalam kopor bersama pakaian.<br />
Sungguh prihatin aparat Kal-Bar semakin tertantang agar potensi yang              dahsyat ini bisa menjadi aset provinsi, terlebih di era otonomi              daerah.<br />
Bukan saja menjaga keamanan untuk mengerem terjadinya penyelundupan,              tetapi juga bagaimana teknik penangkaran ikan arwana semakin              disosialisasikan kepada masyarakat Dayak. Sebab secara ekonomis,              jelas-jelas menguntungkan!</span><strong></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=73&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/24/arwana-simbol-prestise-dan-pembawa-hoki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/05/4/arwana1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Istri Bolkiah Beli Ikan Arwana Indonesia</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/16/istri-bolkiah-beli-ikan-arwana-indonesia/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/16/istri-bolkiah-beli-ikan-arwana-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 14:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Istri Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Ny Azrinaz Mazhar Hakim, berencana membeli ikan arowana alias arwana di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (23/4).Sebagai peternak ikan arwana, Sriyadi (42) mengaku&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=71&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istri Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Ny Azrinaz Mazhar Hakim, berencana membeli ikan arowana alias arwana di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (23/4).Sebagai peternak ikan arwana, Sriyadi (42) mengaku gembira akan didatangi Ny Bolkiah. Ia sangat tersanjung terpilih menjadi tuan rumah bagi kunjungan istri Sultan Brunei. &#8220;Mungkin beliau mau beli ikan arwana yang di Jakarta, daripada ke Pontianak,&#8221; ujar Sriyadi saat ditemui di rumahnya, Kompleks DPR Blok K, No 54, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (22/4).<br />
<span id="more-71"></span><br />
Sekilas, rumah Sriyadi tidak tampak sebagai tempat penangkaran ikan arwana. Namun, ketika pintu garasi dibuka, terlihat puluhan akuarium berisi arwana, mulai dari usia beberapa hari hingga lima tahun. Sarjana ekonomi ini juga memiliki tiga kolam di belakang rumahnya, tempat induk arwana dan puluhan arwana usia sedang. Ia hanya membiakkan arwana jenis Super Red atau dalam bahasa latin disebut <em>Sclerophages Formosus</em>.</p>
<p><strong>Persiapan kunjungan</strong></p>
<p>Ny Bolkiah dijadwalkan tiba di rumah Sriyadi pukul 09.30. Sriyadi mengatakan, dirinya telah diberi tahu rencana kunjungan ini sejak dua minggu lalu. Sabtu (19/4) lalu rumahnya disurvei untuk persiapan kunjungan Ny Bolkiah.</p>
<p>Ny Bolkiah di Jakarta menyertai kunjungan suaminya, Sultan Hassanal Bolkiah. Bolkiah sendiri, kemarin menyempatkan diri bermain bulu tangkis di sela kunjungannya.</p>
<p>Tepat pukul 10.30, Selasa, rombongan tamu negara itu tiba di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Mereka disambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono. Kemudian berlangsung pertemuan empat mata antar-kepala negara dan pertemuan bilateral delegasi dua negara, juga di Istana Merdeka. Seusai kunjungan ke istana, Bolkiah main bulu tangkis di Pelatnas Bulu Tangkis, Cipayung, Jakarta Timur.</p>
<p>Saat ini, Sriyadi memiliki sekitar 125 ikan arwana yang berusia di atas dua tahun. Ikan yang populasinya dilindungi pemerintah ini harganya minimal Rp 5 juta per ekor. Sedangkan untuk jenis Golden berkisar Rp 1,2 juta hingga Rp 3 juta. Untuk jenis Banjar atau Irian hanya berkisar Rp 100.000 per ekor.</p>
<p>&#8220;Padahal biaya makan dan perawatannya sama, jadi saya lebih milih bisnis arwana jenis Super Red,&#8221; ujar pria kelahiran Klaten itu.</p>
<p>Suami Ari Aniswati itu sudah sering mengekspor ikan arwana ke negara-negara di Asia, seperti Jepang, Taiwan, RRC, Thailand, dan terbanyak ke Singapura. Sriyadi pernah menjual arwana paling mahal seharga Rp 65 juta. &#8220;Kalau arwana laku Rp 50 juta sudah sering,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sriyadi tidak menyangka Ny Bolkiah bakal menjadi salah satu pelanggannya. &#8220;Setahu saya, beliau melihat di internet. Kalau pakai <em>search engine</em>, website saya (<a href="http://www.citraarowana.com/">www.citraarowana.com</a>) biasanya langsung muncul,&#8221; tutur bapak dua anak itu.</p>
<p>Sejumlah pembantu rumah tangga dan karyawan Sriyadi, kemarin merapikan ruangan rumah, mengepel lantai, dan membersihkan akuarium. Sriyadi mempersiapkan penyambutan secara baik, meski belum tahu Ny Bolkiah akan membeli arwana yang mana. Ia menyediakan berbagai jenis arwana berumur sedang hingga usia 5 tahun yang termahal seharga Rp 100 juta.</p>
<p>Pria yang berbisnis arwana sejak 2002 ini mengatakan, dalam setahun ia bisa menjual 250 hingga 300 ekor arwana. Para pelanggannya kebanyakan dari kalangan penggemar ikan hias. &#8220;Kalau jualan arwana sulit dihitung secara matematik. Kadang sebulan nggak ada yang beli, tapi ada yang sekali beli 50 ikan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Setiap ikan yang dijual Sriyadi memiliki microchip yang ditanam dalam dagingnya. Sebab, setiap ikan arwana yang lahir dari telur harus didaftarkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Departemen Kehutanan. Penanaman microchip itu disertai dengan penerbitan sertifikat arwana.</p>
<p>Data ikan kemudian dapat diketahui dengan menyalakan alat yang dinamakan reader, mirip pembaca barcode untuk barang industri. &#8220;Jadi, populasi arwana bisa diketahui pemerintah, kalau pakai reader nggak keluar angka, berarti ikan itu nggak ada sertifikatnya,&#8221; jelasnya. Penanaman chip baru dilakukan setelah ikan memiliki panjang minimal 20 cm.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=71&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/16/istri-bolkiah-beli-ikan-arwana-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Si Merah, Kembali Digemari</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/16/si-merah-kembali-digemari/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/16/si-merah-kembali-digemari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 14:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Gemar]]></category>
		<category><![CDATA[Merah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya, Arowana atau Arwana seperti halnya ikan air tawar lain. Hidup di sungai sebagai habitat aslinya. Masyarakat pun tidak mengindahkan keberadaanya. Entah kapan, ikan ini menjadi buruan orang, terutama para&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=65&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sebelumnya, Arowana atau Arwana seperti halnya ikan air tawar lain. Hidup di sungai sebagai habitat aslinya. Masyarakat pun tidak mengindahkan keberadaanya. Entah kapan, ikan ini menjadi buruan orang, terutama para penyuka ikan hias. Harganya pun melambung tinggi, bahkan ada yang dijual sampai Rp 60 juta.</em><br />
<span><span id="more-65"></span><br />
Arowana merupakan ikan asli Indonesia yang sekarang digolongkan sebagai ikan langka yang perlu dilestarikan. Keberadaannya tentu saja sangat dilindungi. Lalu lintas jual beli pun harus melalui prosedur tertentu. Misalnya, dengan sertifikat kepemilikan atau microchip yang ditanam di tubuh ikan sebagai identitasnya.<br />
Bagi sebagian orang, Arowana pun sering diasumsikan sebagai simbol keberuntungan/hoki. Dan ada pula yang menganggapnya sebagai simbol kemampanan. Harganya yang lumayan mahal membuat orang yang memilikinya menyandang status sosial tertentu.<br />
Ada beberapa jenis ikan Arowana yang dikenal masyarakat. Dari Arowana Silver Brasil, Irian, Hijau, Banjar Red, Golden Red, sampai Super Red. Dari beberapa jenis tersebut, Arowana Super Red yang dikatakan Asisten Manajer Domestik She Look Red, Billy Seno, sebagai yang termahal.<br />
Permintaan Arowana Super Red (scleropages formosus) di pasaran cukup tinggi. Karena harganya yang mahal, penjualnya pun jarang ditemui. “Dulu, sebelum Barito digusur, hanya ada beberapa saja yang menjual ikan Arowana. Itu karena harga ikannya bisa seharga kiosnya,” kata Billy.<br />
Makanya, lanjut Billy, perusahaannya, PT Inti Kapuas Arowana Tbk dengan brand She Look Red mencoba fokus untuk menjual Arowana, khususnya jenis Super Red.<br />
Ikan-ikan yang dihasilkan dan dibesarkan She Look Red melalui proses uji mutu dan pengawasan yang ketat. Prosedur-prosedur khusus dalam hal penangkaran, pembesaran, dan pemeliharaan telah diterapkan untuk menjaga kemurnian genetik dan kondisi fisik yang prima dari ikan-ikan yang dipasarkan. Ikan Arowana pun ditangkar dan dibesarkan di habitat aslinya yaitu aliran Sungai Kapuas-Kalimantan Barat.</span></p>
<p>Microchip<br />
Sebagai jenis ikan langka yang perlu dibudidayakan, Arowana perlu dipasang microchip yang berisi nomer kode tertentu. Dari kode tersebut dapat diketahui siapa pemilik dan legalitasnya.<br />
Microchip yang sebesar satu biji beras ini dipasang sejak ikan masih kecil. Karena ditanam dalam tubuh ikan dan ukurannya yang kecil, microchip tersebut tidak akan kelihatan. Dan tidak akan mempengaruhi penampilan ikan.<br />
“Hati-hati dengan penanaman microchip ini. Karena banyak orang yang salah menempatkannya sehingga bisa menggangu penampilan ketika ikan sudah besar nanti,” ujar Billy.<br />
Lalu, bagaimana cara mendeteksi nomer kode microchip yang ada di setiap Arowana? Bila sudah ditanam microchip, akan ada alat tertentu yang dapat membacanya. “Kita cukup mendekatkan alat tersebut ke akuarium dan arahkan ke ikan yang mau kita liat kodenya. Dengan sendirinya, alat tersebut akan membaca,” ucap Billy.<br />
Lebih dari itu, untuk mendukung asas legalitas, setiap Arowana pun akan diberikan sertifikat yang dikeluarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Barat. “Kalau di tempat kami, akan pula diberikan sertifikat dari She Look Red. Sertifikat ini pun terbuat dari kertas spesial yang biasa digunakan untuk pembuatan saham/ijazah. Jadi tidak mudah untuk ditiru,” terang Billy.</p>
<p>Cara Perawatan<br />
Sama halnya dengan cara perawatan ikan hias air tawar lainnya, yang harus dirawat sebenarnya bukan ikannya, tapi air dan lingkungan tempat hidup ikan. “Kalau kita benar merawat air dan akuariumnya, ikan akan sehat,” kata Billy.<br />
Menurutnya, hal yang paling utama adalah perawatan air. Pergantian air minimal bisa 3 kali sekali dalam sebulan. Tapi, itu juga tergantung dari filter air yang digunakan. Bila memakai filter yang bagus, ganti air bisa 6 bulan sekali.<br />
Dalam mengganti air pun tidak semuanya langsung diganti dengan air baru. Pengerjaannya bertahap karena kadar oksigen dan tingkat keasaman (PH) air juga perlu diperhitungkan.<br />
Begitu juga dengan sumber air yang akan digunakan. “Bila sumber air berasal dari PAM, setidaknya harus diendapkan dulu selama 3 – 4 hari. Sedangkan bila air tanah, bisa satu mingguan,” jelas Kepala Showroom She Look Red Pluit, Saiful Qitadah.<br />
Tingkat keasaman air atau PH, perlu juga diperhatikan agar Arowana bisa hidup dengan nyaman. Kadar PH air yang disarankan antara 6,5 – 7,5 dan bisa diukur dengan alat tersendiri. “Bila kadar PH air terlalu tinggi, tidak baik untuk ikannya. Arowana bisa stres, celeng, atau berenang nungging. PH air ini harus diperhatikan, terutama ketika ikan dipindahkan,” ungkap Billy.<br />
Intensitas pemberian makan Arowana sebaiknya tergantung dari umur dan panjang ikannya. Menurut Billy, untuk Arowana yang panjangnya 12 – 15cm bisa dikasih makan 3 kali dalam sehari. Tapi, bila ikan sudah besar, bisa dikurangi. Semakin besar ikan, semakin sedikit makannya. Kalau ikan mau sehat, kasih makan sedikit, tapi sering.<br />
Di samping hal-hal tersebut, dalam pemeliharaan, kita pun harus selalu menutup akuarium di mana Arowana tinggal. Sebagai ikan yang habitat aslinya di sungai, Arowana sering kali melompat ketika melihat serangga. “Berhati-hatilah, karena kebanyakan kasus Arowana mati disebabkan lompat dari akurium,” tutur Billy.<br />
Mengenai ukuran akuarium, idealnya berukuran 150 X 60 X 60 cm dengan ketebalan kaca 10mm. “Itu ukuran idealnya, tapi ada juga orang yang sengaja membuat akuarium yang lebih kecil untuk melebarkan badan ikan,” kata Billy.</p>
<p>Super Red<br />
Dari beberapa jenis Arowana, Super Red adalah yang paling mahal dan memiliki keunikan tersendiri. Seperti yang dikatakan Billy, ada beberapa hal yang membuat Arowana Super Red menarik.<br />
Pertama, gerakan dari Arowana sendiri. Ketika berenang, ikan ini terlihat tenang yang memunculkan kewibawaannya. Kedua, sisiknya, tidak ada ikan air tawar lain yang sisiknya sebesar Arowana.<br />
Ketiga, sungutnya, karena itu Arowana sering disebut sebagai dragon fish atau ikan naga. Terlebih lagi dia memiliki sisik yang besar tadi. Kelima, adalah warna merahnya yang sering diasumsikan sebagai warna keberuntungan atau kemakmuran.<br />
Kelima hal tersebutlah yang membuat Arowana Super Red menarik. Tapi, masih menurut Billy, Arowana Super Red yang terbaik itu bisa dilihat dari beberapa hal :<br />
1. Sungutnya lurus tidak lunglai. Makin panjang sungut yang berfungsi untuk mendeteksi makanan ini, semakin bagus<br />
2. Kepalanya kecil<br />
3. Sirip dayung yang berada di bawah insang berukuran panjang<br />
4. Ekor besar dan lebar<br />
5. Sisik berwarna merah, semakin lebar ring luar tiap sisik, semakin bagus</p>
<p>Makanan dan Penyakit<br />
Tidak susah mencari makanan Arowana. Sebagian besar jenis makanan yang disukai adalah serangga. Bisa pula jangkrik, udang, kelabang, super worm, kodok, atau cicak. “Bila mata Arowana turun, bisa dikasih makan anak ikan mas. Biar matanya naik,” kata Billy.<br />
Ada beberapa penyakit yang sering diderita Arowana. Paling sering adalah jamur di sungutnya. Kemudian mata berkabut atau kutu jarum.<br />
Cara mengatasinya adalah dengan memberinya garam 20gr/100 lt air dan pemanas (heater) dengan suhu 320 C. “Untuk penyakit kutu jarum, bila parah, bisa dikasih ikan sumatera yang nantinya akan memakan kutu-kutu tersebut,” ujar Billy.<br />
Penyebab penyakit-penyakit di atas adalah karena airnya, media filter yang kotor, makanan ikan yang dibiarkan membusuk, atau kotoran Arowana yang tidak segera dibuang.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=65&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/07/16/si-merah-kembali-digemari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merawat Ikan Arowana</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/06/26/merawat-ikan-arowana/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/06/26/merawat-ikan-arowana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 04:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Arowana]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan]]></category>
		<category><![CDATA[Merawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Kelalaian adalah sumber malapetaka bagi penggemar. Sekali saja lalai tidak mengontrol aerator akuarium, bisa-bisa arwana mati. Apalagi ceroboh, tentu lebih fatal akibatnya. Maka bagi penggemar yang sungguh-sungguh mencintai arwana, pastilah&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=59&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelalaian adalah sumber malapetaka bagi penggemar. Sekali saja lalai tidak mengontrol aerator akuarium, bisa-bisa arwana mati. Apalagi ceroboh, tentu lebih fatal akibatnya. Maka bagi penggemar yang sungguh-sungguh mencintai arwana, pastilah memperhatikan seluk-beluk di sekitar perawatan. Harapannya, agar arwana dalam akuarium bisa tampil anggun dan asri. Lantas apa yang harus dilakukan?<br />
<span id="more-59"></span><br />
1. Perhatikan peralatan aquarium<br />
Berhasil tidaknya akuarium menjadi tempat yang nyaman bagi ikan arwana, sungguh dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya.</p>
<p>Aerator<br />
Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air akuarium, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa pembakaran ke luar dari akuarium. Aerator dikatakan baik, jika arus listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya relatif banyak.</p>
<p>Heater &amp; Thermometer<br />
Alat pemanas (heater) ini diperlukan terutama pada waktu suhu air akuarium turun drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air atau termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater dan termometer ini sangat dibutuhkan.</p>
<p>Filter<br />
Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium. Kerja filter mencakup ini untuk menyedot air akuarium, menyaring, dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih.</p>
<p>Lampu TL<br />
Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga sanggup mempercantik penampilan akuarium. Tapi, jangan sampai sinar lampu TL justru menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. Idealnya untuk akuarium seluas 80&#215;40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.</p>
<p>2. Rajin melakukan perawatan akuarium<br />
Mau tak mau jika Anda terlanjur mencintai ikan arwana dalam akuarium, cukuplah rajin melakukan perawatan. Sebab déngan demikian itu, penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar, dan menyenangkan.</p>
<p>Pemberian makanan<br />
Menu utama arwana dalam akuarium adalah kelabang. Tapi jangan terus- menerus diberi kelabang, sebaiknya divariasi déngan makanan lain. Contohnya: udang, kecoa, katak, lipan, kadal, maupun jangkrik.</p>
<p>Pengontrolan &amp; pergantian air<br />
Setiap hari diwajibkan mengontrol suhu dan pH air. Adapun suhu air ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat Celcius. Andaikata suhu air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan. Sedangkan pH yang dikehendaki sekitar 6-8,5. Andaikata pH terlalu rendah, maka tambahkan kapur ke dalam akuarium. Selain itu, sanitasi air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium déngan Malachite green, déngan frekuensi 3 minggu sekali.<br />
Dan jangan lupa, air akuarium juga diganti. Namun pergantian air dipilahkan menjadi dua, yakni: (a) pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium, dan (b) total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. Jika Anda menggunakan air PAM, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium.</p>
<p>3. Penataan interior akuarium<br />
Kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam bebas. Oleh karena itu, perlu penataan interior dalam akuarium. Ini berarti menuntut apresiasi estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan anggunnya ikan arwana sanggup menampilkan nuansa kesejukan yang harmonis.</p>
<p>Tanaman air<br />
Mengingat asal-muasal ikan arwana yang suka bersembunyi di bawah tanaman air, maka kita pun siap menyediakan tanaman dimaksud. Ada beberapa jenis tanaman air yang dapat dipilih antara lain: Vallisneria spiralis, Hidrilla verticillata, Riccia fluiutana, Higrophila polisperma, Pistia stratiotes, Najas indica, dan sebagainya.</p>
<p>Pasir batuan<br />
Pasir digunakan sebagai landasan peletakan batuan. Sebaiknya digunakan pasir sungai, yang masih bercampur dengan humus. Di samping itu, diberi juga batuan dan termasuk karang-karangan. Ukuran batu idéal berdia meter 3 mm. Batuan tersebut memiliki berbagai corak dan warna yang beragam namun tetap indah.</p>
<p>Source:  http://alfi4n-aro.blogspot.com/2008/06/merawat-ikan-arowana.html</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=59&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/06/26/merawat-ikan-arowana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Merawat Arwana dalam Akuarium</title>
		<link>http://arwanaku.wordpress.com/2008/06/12/tips-merawat-arwana-dalam-akuarium/</link>
		<comments>http://arwanaku.wordpress.com/2008/06/12/tips-merawat-arwana-dalam-akuarium/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 09:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arwanaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Akuarium]]></category>
		<category><![CDATA[Arwana]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arwanaku.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Kelalaian adalah sumber malapetaka bagi penggemar. Sekali saja lalai tidak mengontrol aerator akuarium, bisa-bisa arwana mati. Apalagi ceroboh, tentu lebih fatal akibatnya. Maka bagi penggemar yang sungguh-sungguh mencintai arwana, pastilah&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=17&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelalaian adalah sumber malapetaka bagi penggemar. Sekali saja lalai tidak mengontrol aerator akuarium, bisa-bisa arwana mati. Apalagi ceroboh, tentu lebih fatal akibatnya. Maka bagi penggemar yang sungguh-sungguh mencintai arwana, pastilah memperhatikan seluk-beluk di sekitar perawatan. Harapannya, agar arwana dalam akuarium bisa tampil anggun dan asri. Lantas apa yang harus dilakukan?<br />
<span id="more-17"></span><br />
1. Perhatikan peralatan aquarium<br />
Berhasil tidaknya akuarium menjadi tempat yang nyaman bagi ikan arwana, sungguh dipengaruhi oleh kelengkapan sarana pendukungnya.</p>
<p>Aerator<br />
Fungsi aerator atau pompa udara adalah menyuplai udara ke dalam air akuarium, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa pembakaran ke luar dari akuarium. Aerator dikatakan baik, jika arus listrik yang menggerakkannya kecil, tetapi udara yang ditiupkannya relatif banyak.</p>
<p>Heater &amp; Thermometer<br />
Alat pemanas (heater) ini diperlukan terutama pada waktu suhu air akuarium turun drastis. Sedangkan alat pengontrol suhu air atau termometer juga dipasang dalam akuarium. Di daerah dingin, heater dan termometer ini sangat dibutuhkan.</p>
<p>Filter<br />
Fungsi filter atau penyaring untuk menyaring air dalam akuarium. Kerja filter mencakup ini untuk menyedot air akuarium, menyaring, dan mengembalikannya lagi ke dalam akuarium dalam kondisi bersih.</p>
<p>Lampu TL<br />
Keberadaan lampu TL, selain menyinarkan cahaya, juga sanggup mempercantik penampilan akuarium. Tapi, jangan sampai sinar lampu TL justru menimbulkan panas yang melebihi kebutuhan. Idealnya untuk akuarium seluas 80×40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.</p>
<p>2. Rajin melakukan perawatan akuarium<br />
Mau tak mau jika Anda terlanjur mencintai ikan arwana dalam akuarium, cukuplah rajin melakukan perawatan. Sebab déngan demikian itu, penampilan arwana dalam akuarium tampak sehat, segar, dan menyenangkan.</p>
<p>Pemberian makanan<br />
Menu utama arwana dalam akuarium adalah kelabang. Tapi jangan terus- menerus diberi kelabang, sebaiknya divariasi déngan makanan lain. Contohnya: udang, kecoa, katak, lipan, kadal, maupun jangkrik.</p>
<p>Pengontrolan &amp; pergantian air<br />
Setiap hari diwajibkan mengontrol suhu dan pH air. Adapun suhu air ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat Celcius. Andaikata suhu air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan. Sedangkan pH yang dikehendaki sekitar 6-8,5. Andaikata pH terlalu rendah, maka tambahkan kapur ke dalam akuarium. Selain itu, sanitasi air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium déngan Malachite green, déngan frekuensi 3 minggu sekali.<br />
Dan jangan lupa, air akuarium juga diganti. Namun pergantian air dipilahkan menjadi dua, yakni: (a) pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium, dan (b) total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. Jika Anda menggunakan air PAM, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium.</p>
<p>3. Penataan interior akuarium<br />
Kehidupan di dalam akuarium adalah replika lingkungan hidup di alam bebas. Oleh karena itu, perlu penataan interior dalam akuarium. Ini berarti menuntut apresiasi estetika, sehingga perpaduan antara keindahan akuarium dengan anggunnya ikan arwana sanggup menampilkan nuansa kesejukan yang harmonis.</p>
<p>Tanaman air<br />
Mengingat asal-muasal ikan arwana yang suka bersembunyi di bawah tanaman air, maka kita pun siap menyediakan tanaman dimaksud. Ada beberapa jenis tanaman air yang dapat dipilih antara lain: Vallisneria spiralis, Hidrilla verticillata, Riccia fluiutana, Higrophila polisperma, Pistia stratiotes, Najas indica, dan sebagainya.</p>
<p>Pasir batuan<br />
Pasir digunakan sebagai landasan peletakan batuan. Sebaiknya digunakan pasir sungai, yang masih bercampur dengan humus. Di samping itu, diberi juga batuan dan termasuk karang-karangan. Ukuran batu idéal berdia meter 3 mm. Batuan tersebut memiliki berbagai corak dan warna yang beragam namun tetap indah.<br />
<a href="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/06/arwarna1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-18" src="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/06/arwarna1.jpg?w=300&#038;h=195" alt="" width="300" height="195" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arwanaku.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arwanaku.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arwanaku.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arwanaku.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arwanaku.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arwanaku.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arwanaku.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arwanaku.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arwanaku.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arwanaku.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arwanaku.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arwanaku.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arwanaku.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arwanaku.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arwanaku.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arwanaku.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arwanaku.wordpress.com&amp;blog=3814491&amp;post=17&amp;subd=arwanaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arwanaku.wordpress.com/2008/06/12/tips-merawat-arwana-dalam-akuarium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6ca9c6a7c49a5311d35e163864860c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arwanaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arwanaku.files.wordpress.com/2008/06/arwarna1.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
