Si Merah, Kembali Digemari

Sebelumnya, Arowana atau Arwana seperti halnya ikan air tawar lain. Hidup di sungai sebagai habitat aslinya. Masyarakat pun tidak mengindahkan keberadaanya. Entah kapan, ikan ini menjadi buruan orang, terutama para penyuka ikan hias. Harganya pun melambung tinggi, bahkan ada yang dijual sampai Rp 60 juta.

Arowana merupakan ikan asli Indonesia yang sekarang digolongkan sebagai ikan langka yang perlu dilestarikan. Keberadaannya tentu saja sangat dilindungi. Lalu lintas jual beli pun harus melalui prosedur tertentu. Misalnya, dengan sertifikat kepemilikan atau microchip yang ditanam di tubuh ikan sebagai identitasnya.
Bagi sebagian orang, Arowana pun sering diasumsikan sebagai simbol keberuntungan/hoki. Dan ada pula yang menganggapnya sebagai simbol kemampanan. Harganya yang lumayan mahal membuat orang yang memilikinya menyandang status sosial tertentu.
Ada beberapa jenis ikan Arowana yang dikenal masyarakat. Dari Arowana Silver Brasil, Irian, Hijau, Banjar Red, Golden Red, sampai Super Red. Dari beberapa jenis tersebut, Arowana Super Red yang dikatakan Asisten Manajer Domestik She Look Red, Billy Seno, sebagai yang termahal.
Permintaan Arowana Super Red (scleropages formosus) di pasaran cukup tinggi. Karena harganya yang mahal, penjualnya pun jarang ditemui. “Dulu, sebelum Barito digusur, hanya ada beberapa saja yang menjual ikan Arowana. Itu karena harga ikannya bisa seharga kiosnya,” kata Billy.
Makanya, lanjut Billy, perusahaannya, PT Inti Kapuas Arowana Tbk dengan brand She Look Red mencoba fokus untuk menjual Arowana, khususnya jenis Super Red.
Ikan-ikan yang dihasilkan dan dibesarkan She Look Red melalui proses uji mutu dan pengawasan yang ketat. Prosedur-prosedur khusus dalam hal penangkaran, pembesaran, dan pemeliharaan telah diterapkan untuk menjaga kemurnian genetik dan kondisi fisik yang prima dari ikan-ikan yang dipasarkan. Ikan Arowana pun ditangkar dan dibesarkan di habitat aslinya yaitu aliran Sungai Kapuas-Kalimantan Barat.

Microchip
Sebagai jenis ikan langka yang perlu dibudidayakan, Arowana perlu dipasang microchip yang berisi nomer kode tertentu. Dari kode tersebut dapat diketahui siapa pemilik dan legalitasnya.
Microchip yang sebesar satu biji beras ini dipasang sejak ikan masih kecil. Karena ditanam dalam tubuh ikan dan ukurannya yang kecil, microchip tersebut tidak akan kelihatan. Dan tidak akan mempengaruhi penampilan ikan.
“Hati-hati dengan penanaman microchip ini. Karena banyak orang yang salah menempatkannya sehingga bisa menggangu penampilan ketika ikan sudah besar nanti,” ujar Billy.
Lalu, bagaimana cara mendeteksi nomer kode microchip yang ada di setiap Arowana? Bila sudah ditanam microchip, akan ada alat tertentu yang dapat membacanya. “Kita cukup mendekatkan alat tersebut ke akuarium dan arahkan ke ikan yang mau kita liat kodenya. Dengan sendirinya, alat tersebut akan membaca,” ucap Billy.
Lebih dari itu, untuk mendukung asas legalitas, setiap Arowana pun akan diberikan sertifikat yang dikeluarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Barat. “Kalau di tempat kami, akan pula diberikan sertifikat dari She Look Red. Sertifikat ini pun terbuat dari kertas spesial yang biasa digunakan untuk pembuatan saham/ijazah. Jadi tidak mudah untuk ditiru,” terang Billy.

Cara Perawatan
Sama halnya dengan cara perawatan ikan hias air tawar lainnya, yang harus dirawat sebenarnya bukan ikannya, tapi air dan lingkungan tempat hidup ikan. “Kalau kita benar merawat air dan akuariumnya, ikan akan sehat,” kata Billy.
Menurutnya, hal yang paling utama adalah perawatan air. Pergantian air minimal bisa 3 kali sekali dalam sebulan. Tapi, itu juga tergantung dari filter air yang digunakan. Bila memakai filter yang bagus, ganti air bisa 6 bulan sekali.
Dalam mengganti air pun tidak semuanya langsung diganti dengan air baru. Pengerjaannya bertahap karena kadar oksigen dan tingkat keasaman (PH) air juga perlu diperhitungkan.
Begitu juga dengan sumber air yang akan digunakan. “Bila sumber air berasal dari PAM, setidaknya harus diendapkan dulu selama 3 – 4 hari. Sedangkan bila air tanah, bisa satu mingguan,” jelas Kepala Showroom She Look Red Pluit, Saiful Qitadah.
Tingkat keasaman air atau PH, perlu juga diperhatikan agar Arowana bisa hidup dengan nyaman. Kadar PH air yang disarankan antara 6,5 – 7,5 dan bisa diukur dengan alat tersendiri. “Bila kadar PH air terlalu tinggi, tidak baik untuk ikannya. Arowana bisa stres, celeng, atau berenang nungging. PH air ini harus diperhatikan, terutama ketika ikan dipindahkan,” ungkap Billy.
Intensitas pemberian makan Arowana sebaiknya tergantung dari umur dan panjang ikannya. Menurut Billy, untuk Arowana yang panjangnya 12 – 15cm bisa dikasih makan 3 kali dalam sehari. Tapi, bila ikan sudah besar, bisa dikurangi. Semakin besar ikan, semakin sedikit makannya. Kalau ikan mau sehat, kasih makan sedikit, tapi sering.
Di samping hal-hal tersebut, dalam pemeliharaan, kita pun harus selalu menutup akuarium di mana Arowana tinggal. Sebagai ikan yang habitat aslinya di sungai, Arowana sering kali melompat ketika melihat serangga. “Berhati-hatilah, karena kebanyakan kasus Arowana mati disebabkan lompat dari akurium,” tutur Billy.
Mengenai ukuran akuarium, idealnya berukuran 150 X 60 X 60 cm dengan ketebalan kaca 10mm. “Itu ukuran idealnya, tapi ada juga orang yang sengaja membuat akuarium yang lebih kecil untuk melebarkan badan ikan,” kata Billy.

Super Red
Dari beberapa jenis Arowana, Super Red adalah yang paling mahal dan memiliki keunikan tersendiri. Seperti yang dikatakan Billy, ada beberapa hal yang membuat Arowana Super Red menarik.
Pertama, gerakan dari Arowana sendiri. Ketika berenang, ikan ini terlihat tenang yang memunculkan kewibawaannya. Kedua, sisiknya, tidak ada ikan air tawar lain yang sisiknya sebesar Arowana.
Ketiga, sungutnya, karena itu Arowana sering disebut sebagai dragon fish atau ikan naga. Terlebih lagi dia memiliki sisik yang besar tadi. Kelima, adalah warna merahnya yang sering diasumsikan sebagai warna keberuntungan atau kemakmuran.
Kelima hal tersebutlah yang membuat Arowana Super Red menarik. Tapi, masih menurut Billy, Arowana Super Red yang terbaik itu bisa dilihat dari beberapa hal :
1. Sungutnya lurus tidak lunglai. Makin panjang sungut yang berfungsi untuk mendeteksi makanan ini, semakin bagus
2. Kepalanya kecil
3. Sirip dayung yang berada di bawah insang berukuran panjang
4. Ekor besar dan lebar
5. Sisik berwarna merah, semakin lebar ring luar tiap sisik, semakin bagus

Makanan dan Penyakit
Tidak susah mencari makanan Arowana. Sebagian besar jenis makanan yang disukai adalah serangga. Bisa pula jangkrik, udang, kelabang, super worm, kodok, atau cicak. “Bila mata Arowana turun, bisa dikasih makan anak ikan mas. Biar matanya naik,” kata Billy.
Ada beberapa penyakit yang sering diderita Arowana. Paling sering adalah jamur di sungutnya. Kemudian mata berkabut atau kutu jarum.
Cara mengatasinya adalah dengan memberinya garam 20gr/100 lt air dan pemanas (heater) dengan suhu 320 C. “Untuk penyakit kutu jarum, bila parah, bisa dikasih ikan sumatera yang nantinya akan memakan kutu-kutu tersebut,” ujar Billy.
Penyebab penyakit-penyakit di atas adalah karena airnya, media filter yang kotor, makanan ikan yang dibiarkan membusuk, atau kotoran Arowana yang tidak segera dibuang.

This entry was published on Juli 16, 2008 at 2:15 pm. It’s filed under Artikel and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Si Merah, Kembali Digemari

  1. Sore Pak,
    Saya MAu nanya bagaimana saya Mendapatkan Micro Chip dan sertifikat. Saya Punya Ikan Arwana Super Red yang Berukuran 20-30 Cm tapi Belum ada Sertifikatnya. Sebab saya Mau membawa ikan tersebut keluar dari Kalimantan Barat.
    Ikan tersebut dikasih sama temen di daerah Jongkong (Kapuas Hulu) Kal-Bar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: